Motor
arus bolak-balik (Motor AC) menggunakan arus listrik yang membalikkan
arahnya secara teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik
memiliki dua buah bagian dasar listrik: “stator” dan “rotor”
seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah. Stator merupakan komponen
listrik statis. Rotor merupakan komponen listrik berputar untuk
memutar as motor. Salah satu jenis motor listrik AC adalah motor AC
sinkron yang dijelaskan sebagai berikut.
Konstruksi
Motor Sinkron :
Motor
sinkron adalah motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada sistim
frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk
pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang rendah, dan oleh
karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan awal dengan beban
rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator
motor. Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim,
sehingga sering digunakan pada sistim yang menggunakan banyak
listrik. Komponen utama motor sinkron adalah : Rotor. Perbedaan utama
antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor mesin
sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan
magnet. Hal ini memungkinkan sebab medan magnit rotor tidak lagi
terinduksi. Rotor memiliki magnet permanen atau arus DC-excited, yang
dipaksa untuk mengunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan
medan magnet lainnya. Stator. Stator menghasilkan medan magnet
berputar yang sebanding dengan frekwensi yang dipasok. Motor sinkron
ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan
matematis berikut : N_{s}=\frac{120f}{P} Dimana: f = frekwensi dari
pasokan frekwensi (Hz) P= jumlah kutub (pool)
Mekanisme kerja untuk
seluruh jenis motor secara umum sama :
Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya
Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah
lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan
magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar
kumparan.
Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan
tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh
susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud
dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/ torque
sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat
dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004):
Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran
energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak
bervariasi. Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary
kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang
bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque
adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat
kecepatan).
Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque
yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk
beban dengan daya konstanadalah peralatan-peralatan mesin.
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/motor-listrik/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/motor-listrik/
Copyright © Elektronika Dasar
Motor listrik merupakan
sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik. Energi mekanik ini diantarnya digunakan pada, memutar
impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat
bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik,
fan angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut “kuda
kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan
sekitar 70% beban listrik total di industri. Contoh bentuk fisik dari
motor listrik dapat dilihat pada gambar berikut
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/motor-listrik/
Copyright © Elektronika Dasarfshfh
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/motor-listrik/
Copyright © Elektronika Dasarfshfh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar